Kamis, 21 Oktober 2010

Ringkasan Lembaga

Ringkasan

A. PENGERTIAN LEMBAGA SOSIAL
Lembaga Sosial menurut para ahli:
1. Mac Iver dan Page yaitu tata cara atau prosedur yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang berkelompok dalam suatu kelompok kemasyarakatan yang dinamakan asosiasi
2. Horton dan Hunt, lembaga sosial adalah suatu sistem norma untuk mencapai tujuan atau kegiatan yang oleh masyarakat dipandang penting
3. Kornblum mengemukakan bahwa lembaga sosial sebagai suatu struktur status dan peran yang diarahkan ke pemenuhan keperluan dasar anggota masyarakat
4. Koentjoroningrat memberi batasan yang dimaksud dengan pranata sosial adalah sistem yang menjadi wahana yang memungkinkan warga masyarakat itu untuk berinteraksi menurut pola resmi atau suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas untuk memenuhi kebutuhan kompleks khusus dalam kehidupan manusia


B. PROSES PERTUMBUHAN LEMBAGA
a. berdasarkan kekuatan pengikatnya terbentuk melalui cara(usage), kebiasaan (folkways), tata kelakuakn (mores) dan adat (custom)
b. berdasarkan proses norma-norma dalam pembentukannya sebagai lembaga yaitu proses pelembagaan (institutionalization) , yaitu dikenal, diakui, dihargaai dan ditaati dalam kehidupan serta norma norma yang internalized yaitu norma telah meresap dalam jiwa anggota masyarakat
c. Unsur penting lembaga sosial yaitu
1. berkaitan dengan kebutuhan pokok
2. merupakan seperangkat aturan
3. merupakan cara bertindak yang mengikat

C. CIRI – CIRI LEMBAGA
1. Merupakan suatu organisasi pola pemikiran dan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakatandan hasilnya terdiri atas adat istiadat, tata kelakuan dan kebiasaan serta unsur-unsur kebudayaan yang secara langsung dan tidak tergabung dalam suatu unit yang fungsional
2. Mempunyai tingkat kekekalan tertentu sehingga orang menganggapnya sebagai himpunan norma yang sudah sewajarnya harus dipertahankan
3. Mempunyai suatu atau beberapa tujuan tertentu
4. Mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan
5. Mempunyai lambang atau simbol yang menggambarkan tujuan dan fungsinya
6. Mempunyai tradisi tertulis ataupun tidak tertulis yang merupakan dasar dari pranata yang bersangkuat dalam menjalankan fungsinya

Unsur penting Lembaga Sosial
1. Pranata sosial mencakup kebutuhan dasar (basic need)
2. Merupakan seperangkat aturan dan perilaku yang relatif tetap, tersusun dan terstruktur
3. Merupakan cara bertindak yang mengikat

Cara Mempelajari Lembaga Sosial
1. Analisis secara historis, bertujuan meneliti sejarah timbul dan berkembangnya
2. Analisis komparatif, bertujuan menelaah suatu lembaga tertentu dalam berbagai masyarakat berlainan atau berbagai lapisan sosial masyarakat
3. Analisis fungsional, yaitu menganalisis hubungan antara lembaga-lembaga dalam masyarakat

Fungsi Pranata
1. menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan
2. meberikan pedoman pada anggota anggota masyarakat bagaimana ia harus bertingkah laku di dalam menghadapi masalah-masalah dalam masyarakat yang bersangkuatan
3. memberikan pegangan kepada masyarakat untuk menandakan sistem pengendalian sosial yaitu sistem pengawasan dari masyarakat terhadap tingkah laku anggota-anggotanya



D. TIPE – TIPE LEMBAGA

Menurut Gillin dan Gililin tipe lembaga sosial dapat ditinjau dari berbagai sudut antara lain
1. Dari Sudut Perkembangannya
a. crescive institutions : tidak sengaja dibentuk dari adat istiadat masyarakat. Contoh : institusi agama, pernikahan
b. enacted institutions : sengaja dibentuk dari adat istiadat masyarakat. Contoh : institusi pendidikan
2. Dari Sudut Sistem Nilai yang Diterima oleh Masyarakat
a. basic institutions : penting untuk memelihara tata tertib di masyarakat. Contoh : keluarga, sekolah, negara
b. subsidiary institutions: diangga kurang penting untuk memelihara tata tertib di masyarakat. Contoh : rekreasi
3. Dari Sudut Penerimaan Masyarakat
a. approved atau social sanctional institutions : diterima oleh masyarakat.
Contoh: sekolah dan perusahaan dagang
b. unsanctioned institutions : ditolak oleh masyarakat, walau masyarakat tidak mampu memberantasnya. Contoh : penjahat, pencoleng
4. Dari Sudut Penyebarannya
a. general institutions : diterima oleh sebagian besar masyarakat dunia. Contoh: pranata agama
b. resstricted institutions : dikenal oleh masyarakat tertentu saja. Contoh : pranata agama Islam, Kristen, Katholik, budha dan Hindu
5. Dari Sudut Fungsinya
a. operative institutions : berfungsi menghimpun pola-pola atau tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan dari masyarakat yang bersangkutan, misal, masyarakat industri
b. regulative institutions : bertujuan mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang ada dalam masyarakat, misalnya pranata hukum seperti kejaksaan dan pengadilan



D. BEBERAPA LEMBAGA YANG PENTING DI MASYARAKAT

1. Lembaga Keluarga
a. Karakteristik Keluarga
Menurut Mac Iver dan Charlen Horton:
1) merupakan hubungan perkawinan
2) bentuk suatu kelembagaan yang berkaitan dengan hubungan perkawinan yang dibentuk atau dipelihara
3) mempunyai suatu sistem tata nama (nomeclatur) termasuk perhitungan garis keturunan
4) mempunyai fungsi ekonomi yang dibentuk oleh anggotanya
5) merupakan tempat tinggal bersama, rumah atau rumah tangga

b. Ciri – ciri Keluarga
Merupakan gemeinscaft yang didalamnya terdapat ciri kelompok primer, yaitu :
1) antar anggota mempunyai hubungan yang intim dan hangat
2) kooperatif
3) face to face
4) anggota keluarga memberlakukan anggota yang lain sebagai tujuan bukan alat untuk mencapai tujuan

c. Proses Terbentuknya Keluarga
1) tahap formatif atau pre neptual, masa persiapan sebelum perkewinan. Meliputi peminangan atau pertunangan
2) tahap perkawinan atau nuptual stage, yaitu ketika dilangsungkannya perkawinan dan sesudahnya tetapi sebelum melahirkan anak- anak
3) tahap pemeliharaan anak-anak atau child rearing stage yaitu keluarga dengan anak-anak hasil perkawinan
4) Tahap keluarga dewasa atau maturity stage yaitu suatu kelaurga dengan anak-anak yang telah mampu berdiri sendiri dan membentuk keluarga baru
Menurut UU No 1 Tahun 1974
Perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan YME
Perkawinan harus didasarkan persetujuan kedua calon mempelai, keduanya sebaiknya sudah berusia 21 tahun keatas

d. Fungsi dan Peran Lembaga Keluarga
Menurut Horton dan Hunt :
1. pengaturan hubungan biologis
2. reproduksi
3. sosialisasi
4. afeksi
5. definisi status
6. perlindungan dan ekonomi
Ada pula yang menambahkan keluarga berfungsi sebagai pengawas atau kontrol sosial
Fungsi latennya adalah menerusan gelar kebangsawanan
Adapun peran keluarga adalah dasar pembantu utama struktur sosial yang lebih luas. Jadi keluarga sebagai wadah pembentukan tingkah laku masyarakat termasuk dalam saluran penerus tradisi/budaya dalam masyarakat
Berkembangnya gaya hidup baru yang merusak fungsi keluarga menurut Giddens yaitu: hidup bersama diluar nikah (cohabitation), keluarga orang tua homoseksual (gay parent families) dan hidup membujang


2. Lembaga Pendidikan
Lingkungan pendidikan dibedakan menjadi 3, keluarga (informal), sekolah (formal) dan masyarakat (non formal), misalnya kursus dan bimbingan belajar
Menurut Horton dan Hunt fungsi lembaga pendidikan adalah sebagai berikut:
Fungsi Manifest Pendidikan
Fungsi Utama Manifes Pendidikan
Fungsi manifest pendidikan merupakan fungsi yang tampak dan dapat dirasakan manfaat nya secara langsung oleh masyarakat
1) membantu orang untuk sanggup mencari nafkah
2) menolong orang untuk mengembangkan potensinya demi pemenuhan kebutuhan pribadi dan pembangunan masyarakat



Fungsi Tambahan Manifest Pendidikan
1) melestarikan kebudayaan melalui proses pewarisan
2) merangsang partisipasi demikratis dan mengembangkan kemampuan berfikir rasional
3) memperkaya kehidupan dengan pengembangan cakrawala intelektual dan estetika
4) meningkatkan kemampuan menyesuaikan diri melalui bimbingan pribadi dan berbagai kursus
5) meningkatkan taraf kesehatan melalui olah raga
6) menciptakan warga negara yang patriotik melalui berbagai pelajaran
7) menunjang integrasi antara ras yang berbeda
8) membentuk kepribadian melalui tata tertib dan aturan lembaga pendidikan

Fungsi Laten Pendidikan
1. Menciptakan ketidakdewasaan atau memperpanjang masa remaja
2. Mengurangi pengendalian orang tua
3. Menyediakan sarana untuk pembangkangan
4. Mempertahankan sistem kelas sosial
5. Alat mobilitas sosial

3. Lembaga Ekonomi
Lembaga ekonomi merupakan lembaga yang menangani masalah kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa yang diperlukan bagi kelangsungan hidup bermasyarakat
Ada beberapa tipe sistem ekonomi di dunia yaitu:
b. Tipe ekonomi campuran yaitu gabungan antara sistem kapitalis dan sosialis
c. Tipe ekonomi Komunis
d. Sistem ekonomi masyarakat fasis yaitu masyarakat yang dipimpin oleh suatu partai diktaktor yang diorganisir oleh seorang pimpinan yang kharismatik
e. Sistem ekonomi Indonesia bertumpu pada pasal 33 UUD 1945

Fungsi Lembaga Ekonomi
Dalam hal ini mengacu pada fungsi pasar yaitu:
1) mengatur kehidupan sosial dan ekonomi
2) tempat pertukaran bebas
3) mengubah struktur sosial budaya

4. Lembaga Politik
Kornblum mendefinisikan institusi politik sebagai seperangkat norma dan status yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan dan wewenang.
Terbentukanya suatu lembaga politik dalam arti terbentuknya suatu nation (bangsa) dalam suatu negara adalah sebagai berikut:
1) mengadakan kegiatan dan proyek yang dapat menjawab keinginan warga masyarakat
2) menekan adanya persamaan nilai, norma atau sejarah melalui pengajaran di sekolah , media massa
3) pembentukan tentara nasional dari suatu negara merdeka dengan partisipasi semua golongan yang ada dalam masyarakat
4) mengadakan upacara pada kesempatan tertentu

Menurut Weber dominasi dibagi menjadi 3 jenis
1) Dominasi kharismatik yang didasarkan pada kewibawaan atau kharisma seseorang
2) Dominasi Tradisional didasar pada tradisi dan keturunan
3) Dominasi Legal – Rasional yaitu didasarkan kepada aturan hukum yang dibuat dengan sengaja atas dasar pertimbangan rasional

Lembaga politik mempunyai fungsi umum sebagai berikut:
1) Menghubungkan antara kekuasaan dengan warga masyarakat sehingga keteraturan tertib sosial terpelihara
2) Menangani masalah administrasi dan tata tertib umum demi terciptanya keamanan dan ketentraman masyarakat
Adapun yang ditertibkan adalah kepentingan-kepentingan dari warga masyarakat itu sendiri sehingga tidak terjadi benturan antara kepentingan antar individu maupun kelompok. Untuk melaksanakan suatu kebijakan suatu lembaga memerlukan kekuasaan dan kewenangan dengan demikian kehidupan politik tidak lepas dari sistem penagturan pembagian kekuasaan dan kewenangan. Pembagian kekuasaan dan kewenangan di negara Indonesia dibagi menjadi kekuasaan legislatif, kekuasaan yudikatif dan kekuasaan eksekutif.

Sebagai wujud nyata atau pelaksana dari kekuasaan, lembaga politik mempunyai fungsi sebagai berikut:
1. melembagakan norma melalui undang-undang yang disampaikan oleh badan legislatif
2. melaksanakan undang-undang yang telah disetujui
3. meyelesaikan konflik yang terjadi di antara para warga masyarakat sehubungan dengan kepentingan tertentu dari warga masyarakat yang bersangkutan
4. menyelenggarakan pelayanan seperti perawatan kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan seterusnya
5. melindungi para warga mayarakat atau warga negara dari serangan bangsa lain
6. memelihara kesiapsiagaan atau kewspadaan dalam menghadapi bahaya

5. Lembaga Agama

Menurut Horton dan Hunt agama mempunyai fungsi manifest dan laten. Fungsi manifest agama berkaitan dengan segi-segi doktrin, ritual dan aturan perilaku dalam agama.Fungsi laten dari agama yaitu membagi masyarakat dunia ke dalam golongan sosial, kelas sosial dan atas dasar agama ataupun tingkat keimanan. Secara sosiologis agama sangatlah penting bagi kehidupan manusia karena pengetahuan dan keahlian tidak berhasil menjawab seluruh persoalan yang dihadapi manusia. Menurut Durkheim fungsi agama dari segi mikro yaitu melalui komunikasi dengan Tuhannya orang yang beriman akan menjadi lebih kuat sehingga menurutnya fungsi agama ialah untuk menggerakkan kita dan membantu kita untuk hidup. Dari segi makro, agama menjalankan fungsi positif karena memenuhi kebutuhan masyarakat untuk secara berkal menegakkan dan memperkuat perasaan dan ide kolektif yang menjadi ciri dan inti persatuan masyarakat tersebut.

Adapun fungsi agama secara umum adalah :
1. sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok
2. mengatur hubungan antarmanusia dan manusia dengan Tuhannya
3. merupakan tuntunan prinsip benar dan salah
4. pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan
5. pedoman perasaan keyakinan (belief)
6. mengungkapkan keindahan (estetika)
7. pedoman jiwa dalam mencari ketenangan dan kesegaran jiwa
8. memberikan identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agama

Jumat, 08 Oktober 2010

Ringkasan Modernisasi & Globalisasi

D. GLOBALISASI DAN MODERNISASI

Pengertian Modernisasi
Pengertian modernisasi menurut beberapa ahli adalah:
1. Alex Inkeles : modernisasi adalah sikap – sikap tertentu yang menandai manusia dalam setiap masyarakat modern
2. Astrid S.Susanto: modernisasi adalah proses pembangunan yang diberikan oleh perubahan demi kemajuan
3. Oghburn dan Nimkoff : modernisasi tidak sama dengan reformasi yang menekankan pada factor – factor rehabilitasi. Modernisasi bersifat preventif dan konstruktif
4. Soerjono Soekanto : modernisasi adalah suatu bentuk perubahan sosial yang biasanya merupakan perubahan sosial yang terarah (directed change) yang didasarkan pada suatu perencanaan yang disebut sosial planning
5. J.W. Schoorl : modernisasi merupakan penggantian teknik produksi dari cara – cara tradisional ke cara-cara yang tertampung dalam pengertian revolusi industri. Schoorl merumuskan penerapan ilmu pengetahuan ilmiah yang ada kepada semua aktivitas merupakan factor penting dalam modernisasi
Dilihat dari definisi diatas modernisasi dapat dilihat sebagai suatu perubahan fisik yaitu cara – cara tradisional kearah modern atau penggunaan teknologi atau mesin serta dari pola pikir yaitu pola pikir tradisional menjadi pola pikir rasional. Praktis dan efisien

Syarat modernisasi menurut Soerjono Soekanto adalah :
1. cara berfikir yang ilmiah (scientific thinking)
2. sistem administrasi yang baik, yang benar-benar mewujudkan birokrasi
3. adanya sistem pengumpulan datayang baik dan teratur dan terpusat
4. penciptaan iklim yang favourable dari masyarakat terhadap modernisasi dengan cara penggunaan alat – alat komunikasi massa
5. tingkat organisasi yang tinggi
6. sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial

Setiap modernisasi hal yang paling mendukung adalah sumber daya manusia modern. Adapun konsep manusia modern dikemukakan oleh Alex Inkeles adalah sebagai berikut:
1. Bersikap terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru dan penemuan-penemuan baru
2. Senantiasa siap menerima perubahan
3. Mempunyai kepekaan terhadap masalah – masalah yang dihadapi di sekitarnya
4. Senantiasa mempunyai informasi yang lengkap mengenai pendiriannya
5. Lebih banyak berorientasi ke masa kini dan masa mendatang
6. Senantiasa menyadari potensi-potensi yang ada pada dirinya
7. Tidak parah pada nasib
8. Percaya pada keampuhan iptek
9. Menyadari hak-hak, kewajiban serta kehormatan orang lain





Pengertian Globalisasi
Pengertian Globalisasi menurut beberapa ahli adalah :
1. Selo Soemardjan : globalisasi adalah suatu proses terbentuknya sistem organisasi dan komunikasi antarmasyarakat di seluruh dunia. Tujuan globalisasi adalah untuk mengikuti sistem dan kaidah-kaidah tertentu yang sama misalnya yerbentuknya PBB, OKI
2. Menurut Anthony Giddens (1989), proses peningkatan kesalingtergantungan masyarakat dunia dinamakan dengan globalisasi. Ditandai oleh kesenjangan tingkat kehidupan antara masyarakat industri dan masyarakat dunia ketiga(yang pernah dijajah Barat dan mayoritas hidup dari pertanian)

Globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan teknologi di bidang komunikasi dunia.
Biasanya unsur globalisasi yang mudah diterima masyarakat adalah berupa teknologi tepat guna dan mudah aplikasinya, pendidikan formal serta unsur yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat. Sedang unsur globalisasi yang sulit diteriba biasanya berupa teknologi yang rumit dan mahal, menyangkut ideologi, politik dan kepercayaan serta sukar disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masyarakat.
Masyarakat penerima globalisasi ada yang mampu menerima globalisasi tersebut atau ada yang menolak. Adapun mereka yang menolak biasanya adalah :
1. kelompok masyarakat yang belum mapan atau belum siap menerima perubahan
2. kelompok masyarakat tertinggal yang terasing
3. kelompok masyarakat dari kalangan generasi tua yang cenderung mencurigai globalisasi

Adapun kelompok masyarakat atau individu yang menerima globalisasi adalah
1. kelompok masyarakat yang kedudukan atau status sosialnya sudah mapan
2. kelompok masyarakat kota yang telah menikmati berbagai media komunikasi dan informasi globalisasi
3. kelompok masyarakat dari kalangan generasi muda yang memiliki kecenderungan terbuka menerima unsur-unsur perubahan dan modernisasi

Proses Globalisasi
1. Bangkitnya perekonomian internasional, ditandai dimulai dengan adanya perdagangan
internasional (adanya jalur dagang sutra Cina 1000 - 1500 SM )
2. Dominasi perdagangan kaum Muslim di Asia dan Afrika
3. Eksplorasi dunia oleh negara-negara Eropa
4. Munculnya perusahaan - perusahaan multinasional
5. Runtuhnya komunisme dan menyebarnya kapitalisme
Dampak Perubahan Sosial Budaya sebagai Akibat Modernisasi dan Globalisasi

Dampak positif modernisasi adalah
1. Tercapainya kemajuan kebudayaan bangsa
2. Meningkatnya industri yang memungkinkan masyarakat lebih sejahtera (lapangan kerja, barang konsumsi, volume ekspor dan lain-lain)
3. Meningkatnya efesiensi dan efektifitas kerja, transportasi dan komunikasi
4. Meningkatnya sector ekonomi, pendidikan, kesehatan dan kualitas sumber daya manusia



Dampak negatif modernisasi antara lain
1. Pudarnya pengetahuan tradisional
2. Pudarnya sistem kepercayaan atau religi tradisional
3. Bergesernya nilai budaya akibat kemajuan di bidang teknologi dan pengetahuan
4. Melemahnya etos kerja tradisional
5. Meningkatnya angka kriminalitas dan kenakalan remaja
6. Meningkatnya tingkat pencemaran lingkungan
7. Menimbulkan kesenjangan sosial ekonomi

Dampak positif globalisasi
1. Masuknya nilai – nilai positif (disiplin, etos kerja, pentingnya pendidikan)
2. Mempercepat proses pembangunan karena perkembangan iptek
3. Menumbuhkan dinamika terbuka dan tanggap terhadap unsur –unsur pembaruan

Dampak negatif globalisasi
1. Terjadinya cultural shock, yaitu masyarakat mengalami disorientasi dan frustasi karena tidak siap menerima kenyataan perubahan akibat globalisasi
2. Terjadinya cultural lag yaitu unsur – unsur globalisasi tidak berlangsung secara serempak
3. Anomi, yaitu keadaan tanpa nilai karena nilai dan norma lama telah ditinggalkan sedang nilai dan norma baru belum terbentuk.

Tantangan global terhadap eksistensi Jati Diri Bangsa

Jati Diri Bangsa Indonesia
Bangsa Indonesia adalah masyarakat multikultur yang sesungguhnya sulit untuk dirumuskan jati dirinya. Tetapi bangsa Inodesia memiliki puncak-puncak kebudayaan daerah yang luhur dan akhirnya diterima oleh seluruh bangsa sehingga memunculkan budaya nasional. Jati diri bangsa Indonesia adalah budaya-budaya yang khas atau karakter yang dimiliki oleh bangsa Indonesia yang mampu membedakan dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Jati diri bangsa Indonesia antara lain
1. mementingkan nilai-nilai religius dan ketakwaan terhadap Tuhan YME
2. senantiasa menempuh jalan musyawarah
3. mementingkan gotong royong
4. menghormati harkat dan martabat orang lain (santun dan malu terhadap hal yang berkaitan dengan kesusilaan)
5. dapat menerima perbedaan serta menghargai perbedaan
Adanya modernisasi maupun globalisasi dapat memudarkan budaya dan jati dir bangsa. Adapun tantangan global terhadap keberadaan jati diri yang dimiliki bangsa adalah adanya sikap, unsur atau nilai:
1. Konsumerisme
2. Westernisasi
3. Sekulerisme
4. Kekurangmandirian
5. Adanya demoralisasi, kenakalan remaja
6. Munculnya kondisi disharmonis
7. Meningkatnya sikap egois dan materialistis
8. Munculnya pola kehidupan yang kompetitif dan disorganisasi sosial
9. Kerusakan lingkungan

Upaya Mencegah Memudarnya Budaya dan Jati Diri Bangsa
Adanya arus globalisasi dan modernisasi memunculkan masalah pada generasi muda. Generasi muda merupakan pewaris kebudayaan maupun berkewajiban mempertahankan jati diri bangsa, tetapi pada faktanya sekarang ini banyak generasi muda merasa asing di negeri sendiri. Oleh karena itu upaya mencegah memudarnya budaya dan jati diri bangsa perlu dilakukan baik oleh pemerintah, pihak swasta maupun secara penuh kesadaran oleh masyarakat itu sendiri. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain:
1. Melakukan reorientasi budaya (culture reorientation), yaitu aktivitas menengok kembali keberadaan budaya sebagai langkah awal untuk memperkenalkan budaya sendiri kepada generasi baru yang belum memahami nama, fungsi dan asalusul suatu subkebudayaan
2. Melakukan revitalisasi budaya, yaitu upaya perombakan dan penyesuaian sedemikian rupa sehingga unsur-unsur budaya tersebut menjadi penting kembali
3. Melakukan refungsionalisasi budaya, yaitu membuat suatu budaya mengakar dan berfungsi bagi keperluan sehari-hari masyarakat
4. Mengupayakan pelembagaan budaya
5. Melakukan implementasi budaya

Kamis, 07 Oktober 2010

Beberapa Opini Anda

MEMPERTAHANKAN DAN BANGGA DENGAN BUDAYA SENDIRI


A. Latar Belakang
Globalisasi adalah suatu sistem atau tatanan yang menyebabkan seseorang atau Negara tidak mungkin untuk mengisolasikan diri sebagai akibat dari kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Globalisasi merupakan tantangan bagi Negara berkembang , seperti Negara Indonesia karena dengan globalisasi maka unsur-unsur budaya luar mudah masuk ke Indonesia. Budaya luar tidak semuanya positif bagi perkembangan dan kehidupan bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Dalam garis besar, suatu Globalisasi merupakan proses yang ditimbulkan oleh suatu kegiatan yang dampaknya berkelanjutan melampaui batas-batas kebangsaan dan kenegaraan. Mengingat bahwa dunia ditandai oleh pluralitas budaya, maka globalisasi sebagai proses juga menggejala sebagai peristiwa yang melanda dunia secara lintas budaya yang sekaligus mewujudkan proses saling mempengaruhi antar budaya. Pertemuan antar budaya itu tidak selalu berlangsung sebagai proses dua arah yang berimbang, tetapi dapat juga sebagai proses dominasi budaya yang satu terhadap lainnya.

B. Permasalahan
Kebudayaan merupakan kerangka acuan perilaku bagi masyarakat pendukungnya yang berupa nilai-nilai (kebenaran, keindahan, keadilan, kemanusiaan, kebijaksanaan, dll) yang berpengaruh sebagai kerangka untuk membentuk pandangan hidup manusia yang relatif menetap dan dapat dilihat dari pilihan warga budaya itu untuk menentukan sikapnya terhadap berbagai gejala dan peristiwa kehidupan. Untuk Kebudayaan, kalau kita bahas tak pernah habisnya. Pada negara kita sendiri di Indonesia, lebih dari beratus-ratus kebudayaan yang ada hingga saat ini. Awal penduduk Indonesia berasal dari emigrasi berbagai Bangsa-Bangsa di Belahan Dunia, yang mene mpati kepulauan Indonesia, antara lain; Ras Afrika (Negroid), Ras India (Wedoid), Melayu Tua, Melayu Muda, Indo Asia dan Indo Eropa. (Eddy Sadeli, 2005)
Pengaruh antara penduduk dan budayanya yang terglobalisasi di Indonesia, wajar saja. Karena sejak dulu Indonesia mempunyai penduduk yang datang dari luar dan menetap sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) pada suatu daerah bahkan pemekaran daerah yang berkembang. Sampai sekarangpun belum ada pakar yang dapat membuktikan penduduk asli Indonesia sejak dulu? Hanya saja mengetahui perkembangan kebudayaan sejak seribu tahun yang lalu setelah menetapnya warga yang masuk di Indonesia dalam emigrasi.Turunnya budaya dalam seni tradisional tahap demi tahap mulai menghilang saat era globalisasi yang terus meningkat, itu membuktikan bahwa minimnya kepedulian masyarakat dalam menjunjung tinggi norma-norma kebudayaan atau kata lain penduduk Indonesia kebanyakan bermayoritas sebagai penduduk Non-Pribumi. Yang saat ini banyak sekali penduduk terpengaruh atas budaya luar yang terlupakan bahkan sengaja dilupakan.

C. Pembahasan
“Zamrud Khatulistiwa”, itulah julukan bagi negara tercinta kita Indonesia yang terus dikumandangkan demi mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia ini.
Pernahkah bangsa Indonesia berfikir betapa luasnya tanah air kita,betapa banyaknya kekayaan di Indonesia yang belum digali. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain dibelahan dunia sana,negara kita mempunyai kekayaan dari berbagai sektor apapun: industri, pertanian, pertambangan, kelautan, dan lain-lain. Namun apakah itu semua menjamin bangsa Indonesia memiliki rasa kepemilikan yang kuat terhadap bangsa?
Pemuda-Pemuda tergabung dalam Jong Ambon, Jong Java, Jong Minahasa, Jong Sumatera, dan Pemuda-Pemuda dari daerah lain pada Hari Minggu membacakan suatu ikrar yang bersejarah yaitu “Sumpah Pemuda” yang berbunyi: -Kami, Putera dan Puteri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah Indonesia.- Kami, Putera dan Puteri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, Bangsa Indonesia-Kami, Putera dan Puteri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Pengaruhnya globalisasi dalam kebudayaan berdampak besar terhadap hilangnya budaya Indonesia, dari segi positif masyarakat pada negara berkembang membutuhkan globalisasi untuk mengetahui kemajuan warga negara lain karena suatu pemahaman dalam pembekalan era globalisasi ke depan, tapi dalam segi negatif pengaruh globalisasi berdampak dalam kehidupan berbudaya pada masyarakat pribumi karena banyaknya informasi dan komunikasi yang di dapatkan. Lama kelamaan kebudayaan sendiri akan pudar, bahkan terhapus sama sekali. Padahal Indonesia itu sendiri sangat banyak menyimpan kebudayaan yang tak banyak negara lain ketahui, hingga kasus tahun 2006 lalu Malaysia mengakui beberapa kebudayaan Indonesia sebagai kebudayaannya.

Kurangnya kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga tradisi seni budaya yang telah mendarah daging dari nenek moyang terdahulu kita hingga zaman yang serba modern ini menjadi sasaran empuk bagi negara-negara lain yang ingin menambah koleksi budaya mereka. Banyak sekali kebudayaan-kebudayaan Indonesia yang tercinta ini yang telah diambil haknya oleh pihak-pihak dan instansi-instansi yang tidak bertanggung jawab.
Contoh budaya Indonesia yang telah diambil hak patennya adalah tempe, yang diambil oleh negara Jepang. Begitu pula lagu "Rasa Sayange" ,Reog Ponorogo, Batik, dan sebagainya yang diambil oleh negara tetangga kita sendiri yaitu Malaysia.
Selain itu, para generasi muda sekarang lebih senang dengan tarian dan musik dari luar daripada tarian dan musik tradisional dalam negeri, malah terkadang mereka menganggap tarian tradisional itu kuno dan ketinggalan zaman. Padahal Negara lain ingin menguasai dan memiliki tarian dan musik tradisional milik kita. Hal ini menunjukkan bahwa lunturnya eksistensi jati diri kita sebagai generasi penerus bangsa.
Dengan beberapa contoh diatas semoga menjadi sebuah renungan bagi diri kita sebagai generasi penerus bangsa seharusnya kita semua mempertahankan dan bangga dengan budaya sendiri. Tak perlu ragu dan malu untuk mempertahankannya, demi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Merdeka……………….

Sumber
Eddy Sadeli, 2005
Krisnaagni, 2002




Nama : Prischa Annisa Surya
No : 29
Kelas : XII IPS 4


Dampak Facebook Terhadap
Kehidupan Sosial Remaja

Latar Belakang
Di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin canggih, penyebaran informasi serta akses telekomunikasi dan transportasi semakin lebih cepat dan mudah.Dengan menggunakan internet, kita dapat mengetahui informasi tentang suatu negara tanpa harus mengunjungi negara tersebut. Sekarang ini banyak masyarakat yang mempunya modem pribadi di rumah untuk memudahkan mereka mencari informasi. Biasanya para remaja selain menggunakan internet untuk mencari materi dan tugas-tugas sekolah, mereka juga menggunakan internet untuk tempat komunikasi dunia maya.
Situs jejaring sosial yang ada di internet bermacam-macam jenisnya,ada friendster,facebook.twitter dll.Tetapi, yang saat ini paling di gandrungi oleh para remaja adalah facebook. Facebook adalah situs jejaring sosial populer yang diluncurkan pada 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Harvard. Facebook amat popular dikalangan remaja karena disana mereka bisa mendapatkan teman-teman baru di dunia maya. Mereka terkadang juga meluapkan apa yang mereka rasakan lewat jejaring sosial tersebut,misalnya rasa senang,marah, kecewa dll, berharap mereka menemukan solusi dari teman-teman mereka.

Permasalahan
 Mengapa facebook dapat mengurangi interaksi sosial?
 Apa dampak facebook bagi para remaja?
 Bagaimana cara untuk menanggulangi dampak dari facebook?




Pembahasan
Interaksi di dunia maya baik disadari ataupun tidak sudah menggeser interaksi sosial masyarakat di dunia nyata. Mereka lebih suka mengakses informasi dari situs jejaring sosial dari pada bertemu langsung dengan teman-teman mereka. Jarangnya mereka bertemu, secara tidak langsung telah menghilangkan rasa persatuan dan kesatuan di antara masyarakat. Mereka tidak peduli terhadap lingkungan sekitar mereka karena mereka telah menemukan dunianya sendiri lewat dunia maya. Facebook juga bisa menjadikan seseorang susah bergaul karena mereka jarang tatap muka secara langsung. Orang yang kecanduan facebook biasanya hanya mengurung dirinya di rumah dan menghabiskan waktunya di depan layar komputer. Jadi, mereka tidak tau bagaimana caranya untuk berkomunikasi dengan orang lain di dunia nyata. Mereka yang kecanduan facebook juga kurang peka terhadap bahasa tubuh seseorang. Misalnya,pada saat teman mereka sedih,mereka tidak tau kalau teman itu sedang sedih,karena biasanya mereka hanya menatap layar komputer. Padahal dahulu sebelum adanya internet dan jejaring sosial masyarakat selalu mendapat informasi dari pembicaraan antar tetangga dan tidak jarang mereka meluangkan waktu untuk berkumpul bersama dan membicarakan seseorang sehingga rasa kekeluargaan mereka sangat erat.
Facebook juga mempunyai sisi positif maupun negatif. Semua tergantung orang yang menggunakannya.
Dampak negatif dari penggunaan Facebook:
• Banyak uang yang kita habiskan hanya untuk berkomunikasi lewat jejaring sosial yang sebenarnya kurang bermanfaat.
• Berkurangnya aktifitas berinteraksi di antara masyarakat yang menyebabkan susahnya masyarakat untuk bergaul dan kurangnya rasa kekeluargaan di antara mereka.
• Menghabiskan waktu berjam-jam untuk sesuatu yang kurang bermanfaat.
• Tidak jarang facebook digunakan untuk penipuan.
Misalnya,penculikan remaja lewat facebook. Mereka berkomunikasi dengan lawan jenis dan menceritakan masalah kepada orang lain sehingga membuat kita tertarik kepada lawan jenis kita. Padahal kita belum tau benar sifat orang yang kita ajak komunikasi, sehingga terjadi penculikan itu,karena kita terlalu percaya kepada orang yang tidak kita kenal.
• Membuat para remaja malas belajar.
Mengakses internet dan membuka situs jejaring sosial siswa akan lupa waktu, sehingga yang dikerjakannya hanyalah itu-itu saja. Menurut pengamat sosial media dan teknologi informasi Nukman Luthfie, selain harus waspada, orang tua juga harus mempelajari secara mendalam media sosial ini demi masa depan anak-anak. Berdasar penelusurannya, ditemukan fakta bahwa dari 17,6 juta pemilik akun jejaring sosial facebook berasal dari Indonesia, dan 360.000 orang di antaranya berumur 13 tahun.
Dampak positif dari penggunaan facebook;
• Facebook dapat mempererat silaturahmi.
Dengan adanya facebook kita dapat berkomunikasi lagi dengan teman- teman kita yang mungkin sudah lama tidak kita jumpai.
• Sebagai media promosi.
Facebook bisa digunakan sebagai media promosi, entah itu mempromosikan produk, jasa, instansi, atau hal lain. Bahkan, pada saat pemilu legislatif kemarin, sebagian caleg juga menggunakan facebook untuk media kampanyenya.
• Sarana diskusi.
Di facebook kita bisa bergabung dengan berbagai komunitas / grup.
Untuk menanggulangi dampak kecanduan facebook, kurangilah waktu untuk bermain internet. Biasakan berkomunikasi dengan teman-teman di sekitar kita karena selain kita mendapatkan pendapat-pendapat yang positif dari teman kita, kita juga bisa mempererat persaudaraan.


DAFTAR PUSTAKA

www.google.com

Seks di Kalangan Pelajar
Kebutuhan, Selingan ataukah Hiburan?

Seks di kalangan pelajar sudah bukan menjadi rahasia umum lagi di zaman informatika seperti saat ini apalagi pengaruh negatif dari budaya barat yang tak henti-hentinya merasuki sikap mental para pelajar semakin memperparah kebobrokan sikap
Sudah berapa banyak kasus video mesum yang beredar di kalangan pelajar? Sudah berapa banyak pelajar yang melakukan hubungan seks pra nikah? Perlu diketahui jika Indonesia adalah negara yang menduduki peringkat pertama sebagai negara pengakses situs porno terbanyak berikut jnformasi dari menkominfo Tifatul Sembiring yang saya kutip dari http://www.antaranews.com “Indonesia sampai saat ini menjadi pengakses terbesar situs porno”. Sebagian besar diakses oleh para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Bahkan penelitian yang dilakukan badan survei nasional mencatat bahwa lebih dari 50% pelajar pernah melakukan hubungan seks diluar nikah (dikutip dari http://www.gugling.com )
Memang sungguh miris mengetahui kenyataan yang ada. Generasi yang seharusnya tumbuh dari nilai-nilai luhur bangsa justru mengotori jati diri bangsa itu sendiri. Seakan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa tak lagi dijadikan patokan budi pekerti dalam aspek pergaulan. Sudah banyak sekali produk-produk pornografi yang telah meracuni para generasi muda seperti video, gambar ataupun situs porno.
Pada umumnya pelajar cenderung menjadi konsumen dari produk-produk pornografi tapi tak dipungkiri juga kalau banyak pelajar yang turut andil dalam pembuatan ataupun peredaran produk pornografi tersebut. Memang awalnya hanya ingin memenuhi rasa penasarannya tapi lama kelamaan justru menjadi candu hiburan tersendiri, jadi tak heran jika ada guru yang menemukan banyak koleksi video porno di HP siswa saat ada razia.
Untuk pelajar yang ikut andil dalam produk video porno atau aktivitas seks di luar nikah tidak seharusnya kita menghakimi mereka sebagai pelacur (maaf) karena banyak faktor yang mendorong pelajar tersebut melakukan hal seperti itu. Mereka sebenarnya bisa saja melakukan hal tersebut untuk memenuhi tuntutan ekonomi yang mendesak walaupun kenyataannya banyak yang melakukannya karena pergaulan yang salah.
Saya bahkan sangat terkejut mendapati informasi adamya transaksi seks di salah satu sekolah negeri Wonogiri dari salah seorang teman yang dibenarkan dengan adanya peredaran video mesum salah seoreang siswi di sana. Menurut narasumber, dalam satu kelas lebih dari setengahnya pernah melakukan hubungan seks pra nikah. Dari semuanya ada yang bermotif ekonomi dan ada juga karena dijadikan pelampiasan masalah emosi yang timbul di dalam keluarga ataupun pergaulan
Biarbagaimanapun tidak semua kesalahan dituduhkan ke pelajar-pelajar tersebut karena kita tahu merekapun sesungguhnya menjadi korban keadaan yang mau tak mau mendorong mereka untuk melakukan perbuatan menyimpang.tersebut
Lalu bagaimana solusi konkretnya? Perlu kita sadari bahwa arus informasi yang membawa dampak negatif tidak akan sepenuhnya kita halangi seperti pemblokiran situs-situs porno ataupun razia produk-produk pornografi karena pada dasarnya perkembangan industri pornografi tidak akan pernah mati dan akan terus berkembang karena sudah menjadi budaya tersendiri bagi masyarakat urban. Tapi setidaknya kita bisa melakukan tindakan pencegahan dengan memberikan pendidikan moral sejak dini pada anak
Dari urain tersebutsebenarnya seks bagi pelajar itu suatu kebutuhan, selingan ataukah hiburan? Semua penilaian saya kembalikan pada pembaca

Nama : Fauzan Harry Saktyawan
No :11
Kelas :XII IPS 3

A. KATA PENGANTAR
Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan.2005)
Menurut pendapat Krsna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.internet.public jurnal.september 2005). Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.
Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa.
1. Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
1) Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
2) Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
3) Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.
2. Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
1) Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang
2) Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
3) Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
4) Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.
5) Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.
B. PERMASALAHAN
Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme di Kalangan Generasi MudaArus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.
Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.
Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.
Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme?
Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme.
C. PEMBAHASAN MASALAH
Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :
1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
2. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

NAMA : ZULLAIKA TIPE NUR
NO : 35
KELAS : XII IPS 4

PENGARUH BUDAYA LUAR TERHAHAP EKSISTENSI JATI DIRI BANGSA

A. LATAR BELAKANG
Dalam perkembangannya globalisasi menimbulkan berbagai masalah dalam bidang kebudayaan,misalnya : - hilangnya budaya asli suatu daerah atau suatu negara - terjadinya erosi nilai-nilai budaya, - menurunnya rasa nasionalisme dan patriotisme - hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong - kehilangan kepercayaan diri - gaya hidup kebarat-baratan. Adanya globalisasi menimbulkan berbagai masalah terhadap eksistensi kebudayaan daerah, salah satunya adalah terjadinya penurunan rasa cinta terhadap kebudayaan yang merupakan jati diri suatu bangsa, erosi nilai-nilai budaya, terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa. Adanya globalisasi yang memiliki dampak positif maupun negative, maka perlu adanya tindak lanjut dalam menyikapi globalisasi tersebut. Adapun tindakan-tindakan yang dapat dilakukan yaitu : 1. Menambah porsi pengetahuan tentang kebudayaan bangsa di sekolah-sekolah baik mulai dari tingkat SD sampai perguruan tinggi 2. Menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negative. 3. Mengadakan berbagai pertunjukan kubudayaan 4. Membatasi acara-acara yang dapat memunculkan rasa cinta terhadap budaya asing.
B. PEMBAHASAN
Gaung globalisasi, yang sudah mulai terasa sejak akhir abad ke-20, telah membuat masyarakat dunia, termasuk bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang terpengaruh adalah kebudayaan. Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Atau kebudayaan juga dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan dan hasil kelakuan (Koentjaraningrat), dimana hal-hal tersebut terwujud dalam kesenian tradisional kita. Oleh karena itu nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan Bagi bangsa Indonesia aspek kebudayaan merupakan salah satu kekuatan bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam, termasuk keseniannya. Kesenian rakyat, salah satu bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia tidak luput dari pengaruh globalisasi. Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan cepat, hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh akses komunikasi dan berita namun hal ini justru menjadi bumerang tersendiri dan menjadi suatu masalah yang paling krusial atau penting dalam globalisasi, yaitu kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengertahuan dikuasai oleh negara-negara maju, bukan negara-negara berkembang seperti Indonesia. Mereka yang memiliki dan mampu menggerakkan komunikasi internasional justru negara-negara maju. Akibatnya, negara-negara berkembang, seperti Indonesia selalu khawatir akan tertinggal dalam arus globalisai dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk kesenian kita. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Simon Kemoni, sosiolog asal Kenya mengatakan bahwa globalisasi dalam bentuk yang alami akan meninggikan berbagai budaya dan nilai-nilai budaya. Dalam proses alami ini, setiap bangsa akan berusaha menyesuaikan budaya mereka dengan perkembangan baru sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dan menghindari kehancuran.
PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP BUDAYA BANGSA
Arus globalisasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap perkembangan budaya bangsa Indonesia . Derasnya arus informasi dan telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Perkembangan 3T (Transportasi, Telekomunikasi, dan Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk melestarikan budaya negeri sendiri . Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah, gotong royong dan sopan berganti dengan budaya barat, misalnya pergaulan bebas. Di Tapanuli (Sumatera Utara) misalnya, duapuluh tahun yang lalu, anak-anak remajanya masih banyak yang berminat untuk belajar tari tor-tor dan tagading (alat musik batak). Hampir setiap minggu dan dalam acara ritual kehidupan, remaja di sana selalu diundang pentas sebagai hiburan budaya yang meriah. Saat ini, ketika teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut semakin lenyap di masyarakat, bahkan hanya dapat disaksikan di televisi dan Taman Mini Indonesi Indah (TMII). Padahal kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut, bila dikelola dengan baik selain dapat menjadi pariwisata budaya yang menghasilkan pendapatan untuk pemerintah baik pusat maupun daerah, juga dapat menjadi lahan pekerjaan yang menjanjikan bagi masyarakat sekitarnya. Hal lain yang merupakan pengaruh globalisasi adalah dalam pemakaian bahasa indonesia yang baik dan benar (bahasa juga salah satu budaya bangsa). Sudah lazim di Indonesia untuk menyebut orang kedua tunggal dengan Bapak, Ibu, Pak, Bu, Saudara, Anda dibandingkan dengan kau atau kamu sebagai pertimbangan nilai rasa. Sekarang ada kecenderungan di kalangan anak muda yang lebih suka menggunakan bahasa Indonesia dialek Jakarta seperti penyebutan kata gue (saya) dan lu (kamu). Selain itu kita sering dengar anak muda mengunakan bahasa Indonesia dengan dicampur-campur bahasa inggris seperti OK, No problem dan Yes’, bahkan kata-kata makian (umpatan) sekalipun yang sering kita dengar di film-film barat, sering diucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata-kata ini disebarkan melalui media TV dalam film-film, iklan dan sinetron bersamaan dengan disebarkannya gaya hidup dan fashion . Gaya berpakaian remaja Indonesia yang dulunya menjunjung tinggi norma kesopanan telah berubah mengikuti perkembangan jaman. Ada kecenderungan bagi remaja putri di kota-kota besar memakai pakaian minim dan ketat yang memamerkan bagian tubuh tertentu. Budaya perpakaian minim ini dianut dari film-film dan majalah-majalah luar negeri yang ditransformasikan kedalam sinetron-sinetron Indonesia . Derasnya arus informasi, yang juga ditandai dengan hadirnya internet, turut serta `menyumbang` bagi perubahan cara berpakaian. Pakaian mini dan ketat telah menjadi trend dilingkungan anak muda. Salah satu keberhasilan penyebaran kebudayaan Barat ialah meluasnya anggapan bahwa ilmu dan teknologi yang berkembang di Barat merupakan suatu yang universal. Masuknya budaya barat (dalam kemasan ilmu dan teknologi) diterima dengan `baik`. Pada sisi inilah globalisasi telah merasuki berbagai sistem nilai sosial dan budaya Timur (termasuk Indonesia ) sehingga terbuka pula konflik nilai antara teknologi dan nilai-nilai ketimuran.
SARAN – SARAN
Dari hasil pembahasan diatas, dapat dilakukan beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pergeseran kebudayaan yaitu : 1. Pemerintah perlu mengkaji ulang perturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran budaya bangsa 2. Masyarakat perlu berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah masing-masing khususnya dan budaya bangsa pada umumnya 3. Para pelaku usaha media massa perlu mengadakan seleksi terhadap berbagai berita, hiburan dan informasi yang diberikan agar tidak menimbulkan pergeseran budaya 4. Masyarakat perlu menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negative. 5. Masyarakat harus berati-hati dalam meniru atau menerima kebudayaan baru, sehingga pengaruh globalisasi di negara kita tidak terlalu berpengaruh pada kebudayaan yang merupakan jati diri bangsa kita.

Enggar Ahmadi Sistian
16/XII IS 4

Latar Belakang Masalah
Mempertahankan eksistensi jati diri bangsa dengan cara memerangi modernisasi dan globalisasi pada jaman sekarang.Indonesia adalah salah satu contoh Negara di dunia yang sedang berkembang, semakin lama Indonesia semakin maju. Contoh yang menunjukan bahwa Indonesia berkembang adalah dengan adanya modernisasi dan globalisasi.

Modernisasi adalah suatu proses menuju ke yang lebih baik tetapi identik juga dengan pembangunan yaitu sama-sama membangun masyarakat yang lebih maju atau modern sesuai dengan situasi zaman. Namun banyak orang Indonesia cenderung mengertikan modernisasi sebagai westernisasi, terutama pada sikap para pelakunya yang cenderung selalu meniru secara mutlak pengaruh barat yang masuk.

Dan globalisasi sendiri adalah suatu proses atau tatanan yang menyebabkan seseorang, sekelompok orang, atau Negara saling berhubungan dengan komunitas atau Negara lain akibat kemajuan teknologi komunikasi diseluruh penjuru dunia.Dalam globalisasi pertukaran informasi mudah terjadi sebagai akibat pertukaran unsure-unsur budaya asing antar Negara mudah terjadi pula. Dalam pertukaran tersebut belum tentu cocok dengan unsure budaya setempat. Ada faktor-faktor yang sifatnya negative. Contohnya pergaulan bebas, pornografi, melemahnya nilai-nilai agama, dan lain sebagainya.

Tentunya modernisasi yang dialami manusia saat ini juga tidak lepas pengaruhnya dari globalisasi. Ke-2 unsur tersebut (modernisasi dan globalisasi) sangatlah berkesinambungan satu sama lain, sehingga dampak dari modernisasi juga merupakan akibat dari globalisasi maupun sebaliknya.
Rumusan Masalah
1. Apa saja dampak modernisasi dan globalisasi terhadap eksistensi jati diri bangsa?.
2. Bagaimana solusi mengatasi dampak modernisasi dan globalisasi untuk mempertahankan esksistensi jati diri bangsa?.
3. Upaya apa saja yang harus kita lakukan untuk mempertahankan eksistensi jati diri bangsa dengan memerangi modernisasi dan globalisasi?.
Pembahasan
Mempertahankan eksistensi jati diri bangsa dengan cara memerangi modernisasi dan globalisasi.Modernisasi dan globalisasi membawa dampak negative yang harus diperangi. Masuknya unsure-unsur kebudayaan asing tentu merupakan ancaman dan tantangan tersediri bagi kebudayaan kita . Umumnya kaum muda yang paling mudah terpengaruh oleh kebudayaan asing. Mereka mudah melupakan dan menganggap kuno kebudayaan sendiri.

Berikut adalah dampak-dampak modernisasi dan globalisasi terhadap eksistensi jati diri bangsa di Indonesia.
URBANISASI
Modernisasi dan globalisasi melahirkan lagi industialisasi dalam aspek yang lebih maju, hal inilah yang mendorong terjadinya urbanisasi. Urbanisasi sendiri adalah proses terjadinya perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk merubah hidupnya jadi lebih baik atau lebih modern.
Beberapa penyebab terjadinya urbanisasi :
• Daya tarik ekonomi
o Masyarakat desa berharap di kota nasibnya biasa berubah dengan pekerjaan yang lebih baik.
• Daya tarik sosial
o Orang-orang desa pindah ke kota kebanykan berpindah profesi dari petani menjadi PNS atau pegawai swasta. Hal itulah yang mendorong urbanisasi.
• Daya tarik pendidikan
o Di kota fasilitas pendidikan lebih memadai daripada di desa sehingga masyarakat desa lebih memilih ke kota untuk belajar.
• Daya tarik budaya
o Di kota tempat hiburan lebih banyak daripada di desa dan lebih modern sehingaga masyarakat desa memilih ke kota untuk mencari hiburan.
Dengan adanya urbanisasi, penuduk kota semkin bertambah akibatnya timbulah permasalahan baru di desa maupun di kota antara lain :
1. semakin berkurangnya penduduk desa
2. banyak sawah yang tak terurus
3. hasil panen menurun
4. tingkat kesejahteraan masyarakat menurunn
5. terjadi banyak pengangguran di kota
6. kriminalitas semakin tinggi di kota
 KESENJANGAN SOSIAL EKONOMI
Karena majunya zaman tentunya juga terjadi kesenjangan atau kata lain tidak seimbang atau berbeda. Kesenjangan social ekonomi inilah dampak dari moderisasi.kesenjangan social ekonomi yang tidak sama terjadi pada masyarakat yang melaksanakan pembangunan atau modernisasi. Hal ini terjadi karena kurang adanya kesempatan kerja. Semakin besar besar perbedaan akan semakin besar kesenjangan social ekonomi yang terjadi di masyara.


Faktor-faktor yang menyebabkan kesenjangan sosial ekonomi :
1. menurunya pendapatan perkapita sebagai akibat pertumbuhan penduduk yang relative tinggi tanpa dimbangi peningkatan produktifitas.
2. ketidakmerataan pembangunan antar daerah sebagai akibat kebijakan politrik dan kekurangan SDM.
3. rendahnya mobilitas social
PENCEMARAN LINGKUNGAN ALAM
Dalam pembangunan kita juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan alam. Alam sebagai tempat tinggal kita , flora, dan fauna juga. Maka dari flora dan fauna tidak boleh kita korbankan demi kepentingan kita. Manusia dan lingkungan merupakan satu kesatuan ekosistem.Modernisasi yang semakin maju membawa dampak negative juga seperti sungai di kota-kota yang bersih kini menjadi kotor karena terkena limbah, asap motor dan pabrik semakin bertambah,pengurasan air tanah tang tidak terkendali dapat menimbulkan banjir ketika musuim hujan.
KRIMINALITAS
Salah satu dampak modernisasi adlah KRIMINALITAS, baik secara kualitas maupun kuantitas. Modernisasi yang dilakukan Negara yang sedang berkembang ini sering kali memunculkan masalah-masalah sebagai berikut :
1. menipisnya rasa kekeluargaan
2. meningkatnya sikap individualis
3. meningkatnya tingkat persaingan
4. meningkatnya pola hidup konsmtff
Masalah-masalah tersebut dapat memicu munculnya kriminalitas, dalam hal ini masyarakat lebih suka memuja kesengan (HEDONISME) dan masyarakat menginginkan semua itu denagn sukses disisi lain juga adsa keterbaasan untuk meraihnya hal ini dapat mendorong orang-orang melakukan kriminalitas seperti penipuan ,pencurian, dan pembunuhan.
LUNTURNYA EKSISTENSI JATI DIRI BANGSA
Globalisasi yang ditandai dengan semakin kaburnya sekat-sekat antar nehara tentu berdampak pada eksistensi jati diri bangsa itu sendiri. Kita ambil saja beberapa contoh yang telah terjadi pada masyarakat kita.
1. Berkembangnya internet menyebabkan arus informasi dapat dinikmai oleh seluruh warga di dunia tanpa dapat dikontrol Negara, ide-ide dan nilai yang tidak jarang malah bertentangan dengan nilai-nilai masyarakat.
2. Di bidang ekonomi, banyaknya perusahaan asing yang masuk ke dalam negri membuat perusahaan local gulung tikar dikarenakan kalah bersaing.
3. Di bidang kesenian remaja- remaja sekarang lebih banyak tertaik dengan budaya barat ,dan sekarang kesenian yang asli milik kita sendiri malah ditinggalkan contohnya saja keroncong,wayang.
Modernisasi dan globalisasi yang gencar-gencarnya kita laksanakan ternyata tidak selamanya menjadikan bangsa ini maju tetapi juga dampak negatve bagi bangsa ini.
Berikut solusi mengatasi dampak modernisasi dan globalisasi untuk mempertahankan eksistensi jati diri bangsa :
1. Meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan di tubuh Negara Indonesia.
2. Jangan mudah terpengaruh oleh produk-produk import, tapi pakailah produk dalam negri.
3. Diperlukan tingkat kesadaran yang tinggi dari masyarakat Indonesia sendiri dalam menghadapi modernisasi dan globalisasi.
4. Perlu sikap yang konsisten dari semua elemen masyarakat untuk tetap eksis dalam kondisi seperti sekarang ini.
Untuk mempertahankan eksistensi jati diri bangsa memerlukan beberapa upaya yang harus di lakukan di antaranya:
1. Mempertahankan dan melestarikan budaya bangsa agar tidak di curi dan di akui oleh Negara lain. Untuk mempertahankan kebudayaan bangsa ini, maka semua kalangan masyarakat harus ikut andil di dalamnya.Dari kalangan individu, kelompok, hingga pemerintah haruslah berupaya memberikan andil dalam mempertahankan kebudayaan bangsa. Jangan sampai simbol-simbol kebudayaan dan kearifan lokal diambil dan diakui oleh negara lain lagi. Bila kita semua dapat melakukannya, maka kita dapat mengembalikan jati diri bangsa seutuhnya. Bila tidak, maka bangsa ini akan menjadi bangsa yang kolaps dengan tidak memiliki identitas negara apapun. Maka sekali lagi semua elemen masyarakat haruslah berusaha untuk hal ini.Dengan berjalannya modernisasi dan kemajuan budaya, maka bangsa ini memiliki kemajuan yang tidak dimiliki bangsa lain, karena sesungguhnya kita memiliki banyak sekali kebudayaan dan adat istiadat yang berbeda di tiap-tiap daerah. Pada akhirnya mengembalikan jati diri bangsa adalah tugas dari setiap orang yang mengaku sebagai bagian dari masyarakt Indonesia.
2. Mencintai produk-produk dalam negeri.Pentingnya mencintai produk dalam negeri adalah agar produk dalam negri dapat disukai oleh kalangan masyarakat sendiri dan tidak terlalu menggantungkan dengan produk-produk luar negeri.
3. Membentuk karakter banga lewat pendidikan.Aspek pendidikan adalah aspek terpenting dalam membentuk karakter bangsa. Dengan mengukur kualitas pendidikan, maka kita dapat melihat potret bangsa yang sebenarnya, karena aspek pendidikanlah yang menentukan masa depan seseorang, apakah dia dapat memberikan suatu yang membanggakan bagi bangsa dan dapat mengembalikan jati diri bangsa atau sebaliknya. Pendidikan seperti apa yang diberikan agar anak didik memiliki karakter bangsa dan mampu mengembalikan jati diri bangsa dan mampu membentuk elemen-elemen dalam core values. Setidaknya ada empat faktor utama yang harus diperhatikan: faktor kurikulum, dana yang tersedia untuk pendidikan, faktor kelaikan tenaga pendidik, dan faktor lingkungan yang mendukung bagi penyelenggaraan pendidikan. Keempat faktor ini terkait satu sama lain untuk dapat menghasilkan SDM dengan karakter nasional yang mampu bersaing di era global, yang akhirnya dapat mengembalikan jati diri bangsa.

Sumber :
www.google/mempertahankankaneksistensibudayaindonesia.com
www.google/globalisasi/modernisasi.co.id
www.yahoo.artikel.com
buku sosiologi

Nama : Puput Puji Lestari
No.Absend : 30
Kelas : XII IPs 4

Ketergantungan Darah Muda Bangsa Terhadap Teknologi

A. Latar Belakang
- Fakta
Indonesia telah merdeka sekitar 65 tahun yag lalu. Banyak sekali hal yang sudah berkembang di negara tercinta ini. Mulai dari ilmu pengetahuan, model pakaian, makanan, teknologi, sosial budaya, serta masih banyak hal yang notabene sekarang sudah berevolusi. Hal ini menimbulkan berbagai hal di dalam kehidupan sehari-hari kita. Mulai dari kerja menjadi lebih cepat hingga membuat makanan menjadi lebih mudah. Mengintip sedikit ke IT (Ilmu Teknologi) yang sekarang semakin canggih dan lebih komplit fasilitasnya. Misal saja Handphone (HP) yang lambat tahun semakin menunjukkan ketajamannya di bidang teknologi multi fungsi. Dari awal abad ke-19 kita sudah mengenal teknologi,tetapi baru di awal abad ke-20 handphone semakin populer di kalangan masyarakat luas terutama generasi muda.
Alat komunikasi yang satu ini memang sekarang menjadi primadona masyarakat Indonesia. Padahal, Handpone dulunya hanya sebagai alat sebatas untuk berbincang dan mengirim pesan singkat saja. Tetapi sekarang Handphone menyediakan berbagai fasilitas yang super lengkap. Mulai dari alat pencari informasi di dunia maya atau sering disebut Internet, alat untuk memotret suatu objek, alat untuk mengobrol (chatting), ala untuk mengetahui letak suatu tempat, dan masih banyak lagi. (Jawapos, 30 September 2010)
- Idealnya
Kita sebagai generasi muda Indonesia hendaknya tahu situsai dan kondisi. Kita boleh terus mengikuti arus globalisasi serta modernisasi seiring dengan berkembangnya ilmu Teknologi (IT). Karena dengan teknologi ini pekerjaan ini akan terbantu dan mungkin akan membuat lebih variatif. Karena sebagai bangsa yang cinta terhadap tanah air, tidak boleh tergantung dengan produk luar yang semakin banyak kita jumpai. Mungkin tidak semua teknologi yang berkembang di negara ini bisa kita terima begitu saja. Kita harus memilah dan memilih dengan sebaik-baiknya agar kita tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif berkaitan dengan teknologi.
Selain itu, kita harus lebih berhati-hati dalam dalam menyikapi hal tersebut. Tidak hanya sikap selektif harus kita kedepankan. Tetapi adanya sikap yang peka terhadap suatu hal yang baru. Teknologi yang ada hendaknya kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, tetapi tidak menjadi mayoritas setiap ada hal yang harus diselaikan ditangani dengan teknologi hasil karya bangsa barat. Karena bagaimanapun caranya kita tidak boleh meninggalkan hasil karya negeri sendiri yang bisa dibilang tidak secanggih produk yang telah mendunia seperti halnya teknologi yang telah dipaparkan di atas.


B. Permasalahan
Dewasa ini teknologi sudah mengusai kehidupan kita sehari-hari. Dan akibat yang ditimbulkan juga bisa dikatakan beraneka ragam. Ketika teknologi yang berbasis ITC sudah tidak asing di kalangan generasi muda, maka dampak yang timbul juga dianggap sudah wajar di kalangan mereka. Meskipun, teknologi juga membantu kita dalam segala hal. Misalnya saja pekerjaan yang harus diselesaikan melalui teknologi, Internet katakanlah. Jika kita ingin mencari informasi melalui media massa mungkin akan ditemukan tetapi mungkin juga akan membutuhkan waktu yang lama. Lain halnya jika kita mencari informasi itu di dunia maya (Internet), maka waktu yang digunakan lebih efisien dan cepat.
Itulah sedikit keuntungan bila kita menggunakan teknologi dengan cara yang benar. Tetapi lain halnya jika teknologi kita salah gunakan untuk hal-hal yang negatif. Lihat saja remaja yang ada di daerah…… dia melakukan tindakan asusila terhadap anak di bawah umur. Karena remaja ini kedapatan mengoleksi video porno yang telah di download melalui internet. Tak hanya itu kebanyakan dari remaja sekarang mengakses internet yang berada di Warnet (warung internet). Dalam hal ini mereka mengakses di luar pengetahuan orang tua maupun guru di sekolah. Jadi bisa menjadi catatan, generasi muda mengenal teknologi dari dunia luar, missal teman bermain ataupun orang lain yang dikenalinya. Oleh sebab itu, bagaimana cara kita sebagai generasi muda Indonesia memanfaatkan teknologi yang ada dengan sebaik-baiknya.
C. Analisis
Permasalahan yang kita hadapi sekarang adalah bagaimana solusi dari semua masalah yang dihadapi oleh generasi muda Indonesia agar kita tetap bisa menjaga jati diri bangsa. Apakah mungkin pemerintah kurang tegas dalam merespon hal ini? Ataukah mungkin generasi muda kita yang mudah terpengaruh oleh budaya luar? Jika kita berfikir dengan akal sehat pastilah bisa menanggapi hal ini dengan fikiran yang dingin. Oleh sebab itu langakah-langkah yang bisa kita lakukan untuk mensiasati hal-hal yang tertera di atas adalah sebagai berikut :
1. Perlunya pengawasan dari orang tua untuk tetap mengawasi anak-anaknya agar tidak menyalahgunakan teknologi yang sudah ada.
2. Peran guru di dalam sekolah juga sangat dibutuhkan, jika anak terbukti melakukan kesalahan, perlu adanya sanksi agar anak sadar akan perbuatannya.
3. Di dalam masyarakat, sikap warga atau lingkungan sekitar hendaklah bisa menjadi panutan agar generasi muda bisa terarah perilakunya.
4. Sikap pemerintah hendaknya juga harus tegas terhadap oknum yang menyalahgunakan teknologi, sanksi yang tegas juga harus diberikan kepada pihak yang menyebarkan hal-hal negatif di dalam dunia maya (Internet).

By. Hamam XII IS 3

Tentang Opini

Assalamu'alaikum Wr Wb
Untuk siswa - siswa ku kelas XII IS.
Bentuk tagihan dalam KD di Bab Modernisasi dan Globalisasi ini 4:
1. Menjelaskan konsep modernisasi dan globalisasi
2. Memberi contoh dampak perubahan sosial budaya akibat modernisasi dan globalisasi
3. Mengidentifikasi tantangan global terhadap eksistensi jati diri bangsa
4. Mengemukakan gagasan untuk mengatasi memudarnya jati diri bangsa
Untuk indikator 1 dan 2 bentuk tagihan saya sertakan dalam ulangan tengah semester
Untuk indikator 3 dan 4 sebagai bentuk tagihan maka saya meminta Anda membuat opini yang mengidentifikasi satu tantangan global yang menyangkut memudarnya jati diri bangsa dan bagaimana cara mengatasinya. Hasil tagihan ini sebagai nilai ulangan harian 2.
Opini yang telah saya tugaskan telah Anda kumpulkan. Dan berikut hasilnya:
Anda akan memperoleh point yang tinggi jika tantangan tentang eksistensi jati diri bangsa tersebut terfokus pada satu hal, dan Anda juga menyertakan sesuatu yang nyata atau program nyata yang bisa kita lakukan untuk mengatasi memudarnya jati diri bangsa serta Anda mencantumkan daftar pustaka Anda. Ide Anda untuk mengatasi memudarnya jati diri bangsa merupakan sumbang sih bagi negara ini untuk tetap eksis.
Adapun beberapa ide yang terlontar tentang glokalisasi (semoga kelak akan diwujudkan oleh para ahli di negara ini)antara lain:
1. Pizza dengan bahan lokal tapi rasa mendunia (tahu, tempe, tepung gaplek)
termasuk penganekaragaman makanan dengan bahan lokal (beras, sukun dll)
2. Mempopulerkan es cendhol telasih sebagai pengganti soft drink
3. Dakonan online atau game online dengan tokoh wayang
4. Batikisasi ( corak di bis, ruang publik, helm, sepatu dll)
5. Memanfaatan limbah ban bekas untuk mebel, sandal dll
5. Memanfaatkan limbah plastik/bungkus untuk pernak pernik (tas, jas hujan, sepatu)
6. Memanfaatkan limbah plastik untuk campuran batu bata, limbah kayu untuk perumahan
7. Bercocok tanam di atas rumah
8. Stik walang/belalang (rasa keju, pedas dll)
9. Menciptakan motor bahan bakar ketela/biji jarak
10 Kamus bahasa isyarat
11. Populerisasi bahasa dan tulisan Jawa (dubber film, hp, rington, mebel)
12. Easternisasi (buat warung HIK di Eropa dan Amerika )
termasuk mempopulerkan kembali kesenian daerah (tarian, nyanyian )
sampai hal - hal yang sangat futuristik...penjara di bawah laut dan helm pemotong rambut..Sungguh ide yang luar biasa.
Terima kasih atas tulisannya yang luar biasa dan ide-ide aneh tapi brilian...
Semoga 10 tahun mendatang pun easternisasi terwujud dan kita hidup dalam nilai-
nilai timur yang selama ini kita junjung tinggi, kesopanan, ramah tamah, gotong royong dan mencintai hasil karya anak bangsa Indonesia.